Kamis, 24 Agustus 2023

Restoran (Restaurant)

 Restoran merupakan usaha menyiapkan dan menyajikan makanan serta minuman kepada pelanggan. Restoran menyediakan tempat bagi orang duduk dan makan makanan yang dimasak serta disajikan di tempat dengan harga yang telah ditentukan. Restoran juga terkadang melayani pembeli yang menginginkan makanannya untuk dibawa pulang (take away). Restoran memiliki beberapa jenis seperti berikut.

a. Fine Dining Restaurant

Fine dining restaurant merupakan restoran yang memberikan pelayanan lengkap dengan makanan spesifik. Dekorasi fine dining restaurant pada umumnya mewah, dengan tata cara makan khusus yang telah diatur, terkadang harus mengenakan pakaian tertentu (dress code) untuk datang.

Fine dining restaurant memiliki harga makanan relatif mahal. Faktor penyebabnya antara lain bahan makanan, masakan yang disajikan, serta peralatan penyajian makanan yang berkualitas. Kemampuan chef di fine dining restaurant dalam mengolah makanan juga tidak diragukan lagi. Makanan-makanan tersebut disajikan secara menarik di atas alat saji yang telah disiapkan. Jenis restoran ini biasanya digunakan pelanggan untuk menjamu rekan bisnis atau acara resmi keluarga.

b. Casual Restaurant

Casual Restaurant merupakan restoran yang menjual produknya dengan harga rata-rata, dengan suasana yang casual. Suasana casual berarti suasana yang tidak terlalu resmi. Umumnya di restoran jenis ini tamu akan duduk di kursi yang telah disediakan dan memesan makanan melalui pelayan yang menghampirinya. 

Menu yang disajikan jenis restoran ini lebih sederhana dari pada fine dining restaurant. Selain itu, casual restaurant lebih sering digunakan pelanggan yang ingin makan sekaligus berkumpul bersama teman atau keluarga dalam suasana hangat tanpa canggung. Tidak ada tata cara makan khusus yang harus dilakukan pelanggan saat makan di restoran ini. Meskipun demikian,pelanggan tetap harus sopan dan menjaga etika. 

c. Fast Food Restaurant

Mengedepankan pelayanan makanan dan minuman yang cepat adalah ciri khas restoran ini. Dekorasi ruangannya santai, peralatan makan simpel, tetapi tetap bersih dan rapi.

Pelanggan yang ingin makan di fast food restaurant perlu datang ke konter penjualan, memesan makanan, dan membayarnya. Setelah pembayaran selesai, pelanggan tidak perlu menunggu lama dan makanan akan segera disajikan. Saat di restoran ini, pelanggan juga bebas memilih tempat duduk setelah mendapatkan makanan pesanannya. 

d. Ethnic Restaurant

Ethnic restaurant merupakan restoran khusus yang menjual makanan khusus suatu daerah atau negara tertentu, contohnya restoran khusus makanan India dan restoran khusus makanan Bali. Ethnic restaurant memiliki tata cara makanan khusus dan biasanya disesuaikan dengan tradisi daerah asal makanan tersebut. Sebagai contoh, di restoran yang menjual makanan padang. Selain sendok, di restoran tersebut menyediakan air dalam mangkuk kecil untuk mencuci tangan. Contoh lain, restoran Jepang menyediakan sumpit untuk menyantap makanan yang disajika


Pada industri kuliner terutama bidang restoran, ada sebuah penghargaan bergengsi yang bernama Michelin Star. Penghargaan ini diberikan kepada restoran-restoran yang memiliki kualitas produk yang baik. Penghargaan Michelin Star memiliki tiga tingkatan bintang dengan bintang satu merupakan bintang terendah dan bintang tiga merupakan bintang tertinggi. 

Michelin Star kebanyakan diberikan kepada restoran-restoran bertipe fine dining. Meskipun demikian, restoran jenis lain juga dapat memperoleh penghargaan tersebut.


Sabtu, 19 Agustus 2023

Pentingnya Kuliner di Industri Pariwisata dan Perhotelan


 Pada industri pariwisata dan perhotelan, kuliner memiliki peran penting. Industri pariwisata berhubungan dengan kuliner karena berperan menyediakan makanan di tempat wisata bagi para wisatawan. Kondisi demikian terjadi karena besarnya potensi para wisatawan membeli makanan di tempatnya singgah saat berwisata. Sangat kecil kemungkinan seorang wisatawan bepergian selama beberapa hari membawa makanan dari rumah. Oleh karena itu,kuliner dan industri pariwisata tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 

Apakah kalian pernah mendengar istilah wisata kuliner? Dalam wisata kuliner, wisatawan berkunjung ke suatu daerah untuk mencicipi makanan khas daerah tertentu. Pengalaman menyantap hidangan yang berbeda dari daerah asal wisatawan menjadi kegiatan penting dalam wisata kuliner. Selain itu, wisatawan biasanya akan membeli oleh-oleh berupa makanan dari tempatnya berkunjung. 

Rabu, 16 Agustus 2023

Industri kuliner

 


Industri kuliner berawal dari adanya keinginan pemenuhan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu makan. Pada zaman dahulu manusia mencari bahan makanan agar dapat bertahan hidup. Dengan metode berburu dan meramu, manusia menghabiskan waktu untuk memburu binatang serta mengumpulkan buah dan bunga yang dapat dimakan untuk bertahan hidup. 

Seiring berjalannya waktu, manusia mulai mengenal peralatan dari tembikar dan logam untuk memudahkan kehidupannya. Manusia pun menemukan teknik baru dalam memasak. Makin modern manusia, makin canggih pula teknologi yang digunakan. Begitu pula dalam dunia industri kuliner. Hingga saat ini dunia kuliner berkembang pesat dan berubah menjadi industri yang menjanjikan. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kuliner berhubungan dengan kegiatan masak-memasak. Oleh karena itu, secara umum industri kuliner berkaitan dengan kegiatan pengolahan makanan. Ruang lingkup industri kuliner meliputi seluruh kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan makanan. 

Industri kuliner merupakan sektor yang sangat berpotensi untuk berkembang. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, industri kuliner memberikan kontribusi cukup besar bagi total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu 30%. Dengan besarnya kontribusi tersebut, peluang bekerja dan berwirausaha dalam industri kuliner makin terbuka lebar. 

Selasa, 15 Agustus 2023

Industri pariwisata dan perhotelan

 


Apakah kalian pernah pergi ke suatu tempat untuk bersenang-senang dalam waktu tertentu, menikmati hidangan yang berbeda, ataupun melepas penat? Jika pernah, kalian telah melakukan kegiatan berwisata. Pada saat melakukan kegiatan wisata, kalian disebut wisatawan. 

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjelaskan bahwa wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.

Industri pariwisata merupakan sekumpulan bidang usaha yang menghasilkan barang ataupun jasa untuk melayani kebutuhan orangorang yang berwisata. Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 ada berbagai bidang usaha yang berbeda, tetapi saling terkait. Bidang-bidang usaha tersebut antara lain usaha daya tarik wisata, kawasan pariwisata, usaha jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, akomodasi, jasa hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan intensif, konferensi, dan pameran, jasa informasi pariwisata, jasa konsultan pariwisata, jasa pramuwisata, wisata tirta, serta spa.

Pada industri pariwisata, jasa akomodasi sangat esensial. Apa yang dimaksud dengan akomodasi? Dalam konteks pariwisata, akomodasi diartikan sebagai sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, seperti penginapan atau tempat tinggal sementara. Jenis akomodasi pada industri pariwisata antara lain hotel, motel, resort, hostel, guest house, restoran, dan rumah makan. 

Hotel merupakan salah satu contoh penyedia akomodasi yang cukup dikenal. Hotel memiliki klasifikasi tersendiri mulai dari hotel bintang lima hingga hotel melati (hotel dengan tarif sangat murah). Setiap jenis hotel dengan klasifikasi bintang berbeda memiliki standar pelayanan berbeda pula. 

Hotel memiliki struktur organisasi sendiri dalam operasionalnya. Berbagai departemen di hotel saling berkaitan dan mendukung untuk memberikan pelayanan optimal kepada tamu. Jumlah dan jenis departemen di setiap hotel tidak selalu sama. Pembagian departemen ini sesuai besar kecilnya hotel.

Room division department merupakan kelompok departemen yang bertugas melayani tamu secara langsung. Pada departemen ini terdapat front office yang bertugas melayani kebutuhan pelanggan dalam pemesanan kamar, check-in dan check out, serta memberikan informasi kepada pelanggan. House keeping department bertugas membersihkan, menata, merawat kamar, dan area publik agar tamu merasa nyaman.

Food and beverage department bertugas menyediakan dan melayani kebutuhan makan dan minum pelanggan. Food and beverage departmentmemiliki dua bagian, yaitu food and beverage product dan food and beverage service. Food and beverage product bertugas membuat produk, baik masakan maupun minuman, sedangkan food and beverage service bertugas menyajikan 
makanan kepada tamu. 

Supporting department merupakan kumpulan departemen di hotel yang berperan sebagai pendukung operasional hotel. Dalam departemen ini terdapat human and resources department yang bertugas mengelola sumber daya di hotel agar berjalan efektif dan efisien, sales and marketing department sebagai tim pemasaran hotel, engineering department sebagai tim perbaikan dan perawatan peralatan di hotel, serta accounting department yang bertugas 
mengurus keuangan.