Industri kuliner berawal dari adanya keinginan pemenuhan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu makan. Pada zaman dahulu manusia mencari bahan makanan agar dapat bertahan hidup. Dengan metode berburu dan meramu, manusia menghabiskan waktu untuk memburu binatang serta mengumpulkan buah dan bunga yang dapat dimakan untuk bertahan hidup.
Seiring berjalannya waktu, manusia mulai mengenal peralatan dari tembikar dan logam untuk memudahkan kehidupannya. Manusia pun menemukan teknik baru dalam memasak. Makin modern manusia, makin canggih pula teknologi yang digunakan. Begitu pula dalam dunia industri kuliner. Hingga saat ini dunia kuliner berkembang pesat dan berubah menjadi industri yang menjanjikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kuliner berhubungan dengan kegiatan masak-memasak. Oleh karena itu, secara umum industri kuliner berkaitan dengan kegiatan pengolahan makanan. Ruang lingkup industri kuliner meliputi seluruh kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan makanan.
Industri kuliner merupakan sektor yang sangat berpotensi untuk berkembang. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, industri kuliner memberikan kontribusi cukup besar bagi total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu 30%. Dengan besarnya kontribusi tersebut, peluang bekerja dan berwirausaha dalam industri kuliner makin terbuka lebar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar